Blog ini lahir ketika saya kelas 2 SMA, dan sekarang saya sudah masuk tingkat 4 di perguruan tinggi swasta, berusaha mencapai cita2 sebagai dokter daiyah! mohon doanya ^_^
“22 tahun yang lalu Engkau
anugerahkan seorang bayi yang sehat cantik manis, waktu itu hanya rasa syukur
yang terucap. Kebahagiaan saat itu membuat hilang rasa sakit dan penat, Rabb
hamba yakin bayi yang Engkau anugerahkan akan menjadi pelita ketika kami di
dalam kubur, menjadi penolong ketika Engkau akan memasukkan hamba ke neraka,
hamba mohon anugerahkan kepada anak hamba kemudahan dalam beribadah, kemudahan
dalam urusan ilmu yang bermanfaat, jadikan dia sebagai hamba yang ditunggu
untuk ummat.
AllahummaAmin
Met milad anak ibu yang
sholihah, met berjuang dokterku dengan dakwah mu ”
Ya Rabb... Terimah doa
ibuku..
Jadikanlah ia wanita yang
kuat
Lindungi Ia dalam setiap
langkahnya...
Sayangi ia ya RABB...
melebihi sayang dan cintanya padaku...
Berikan tempat terbaik untuk
ibuku jika suatu saat nanti Engkau mengambilnya
kembali.
Hari ini serasa tersadarkan kembali hakikat ke-Iman-an dalam hati dan diri ini. Sungguh luar biasa apa yang aku temui hari ini. Oh tidak... aku sedih..Astaghfirulloh...
Seorang teman telah menyadarkanku. Dy menjawab segala pertanyaanku yang pada akhirnya ia kembali menanyakan ke diriku, "Mba yakin dengan perkataan ALLAH , Innalillahi wainnailahiroji'un?" ups pertanyaan yang menohok bagiku. "Iya, aku meyakini itu..." (ups, diriku langsung processing or muhasabah diri, sejauh manakah aku meyakini itu dan ternyata tidak sedalam yang temenku yakini, oh...?)
Awal perbincangan kami adalah tentang meninggalnya bapak dari temenku itu beberapa waktu lalu. Secara pandangan manusia, aku melihat dy begitu tegar sekali, terlihat dari perkataan yang dia sampaikan (walau tidak langsung bertemu). Lanjut tentang perbincangan kami, dy menambahkan lagi kata2, "Semua berawal dari IMAN."
Ya ALLAH.. maaf ternyata baru seginikah keimananku padaMu? Hanya sebatas lisan?? Astaghfirulloh... Mengimani itu harus Sempurna!
Dan pada akhirnya aku meresapi setiap kata2 yang ia lontarkan, terutama tentang hakikat iman akan hari akhir dan kepergiaan kita dari alam dunia yang kecil nan little.
"mulai saat ini
mungkin kita yang sudah tahu, bisa mamahamkan hakikat maut itu pada keluarga insyaallah jika
kita ikhlas,.perjalanan almarhum bisa semakin ringan karena kematian
itu sesungguhny awal kehidupan abadi,.PASTI kita juga akan mengalami berbahagialah
kepada mereka yang dipanggil dengan cara yang baik,. semoga kita juga
dipanggil dengan cara yang terbaik, iman yang terbaik serta amal yang terbaik., amiin"
MasyaALLAH..
Ya ALLAH tanamkanlah keimanan yang paling mendasar di dalam hati ini. Lebih dari pada kokohnya akar terkuat di dunia ini, lebih dari itu ya Rabb... Ya ALLAH ijinkanlah hamba bisa sabar dan ikhlas tatkala suatu saat nanti orang-orang yang hamba cintai di dunia ini, Engkau ambil kembali.. dan pertemukanlah kami kembali di Surga-Mu kelak.. aamiin ya Rabb..
-terimakasih banyak buat saudaraku yang sudah berbagi akan hakikat keimanan! Smoga almarhum dilapangkan kuburnya, dijauhkan dari siksa kubur, dan ditempatkan disisi terbaik, Aamiin..-
Ya ALLAH.. begitu besarnya segala kehendakMU dan hamba berpasrah diri hanya padaMu, Ya Rabb..
Air mata yang menetes menjadi salju kesejukan dan kebahagiaan.. Hati ini hamba kembalikan kepadaMu. Keyakin akan segala yang Engkau tetapkan.. indah dan begitu indah...
Episode kita terus berjalan.. sampai kapankah? sampai kaki kita menginjak surga ALLAH. banyak jeadian dalam setiap lingkaran waktu ini. Senang, sedih, dan di antaranya...ALLAH lah yang menjadikan kita tersenyum dan menangis. Ia menjadi bahagia ketika kita dengan pasrah mengembalikan segala sesuatu padaNYA.
ALLAH knows the best for us, for now and the next. Whenever and whatever is nothing to lose. How Lucky we are as a Moslem
Ya Rabb jadikan hati ini senaniasa dalam lindunganMu Terimakasih atas segalanya Ya Rabb..
Berkutat dengan seluruh amanah yang ada Berkejaran dengan waktu
Sejenak aku ingin istirahat.. Istirahat yang membuat diri ini bisa merefleksikan apa yang telah dijalani, melihat kembali sisi-sisi mana yang harus diperbaiki dan mana yang perlu ditingkatkan. Melepas lelah di bawah pohon rindang, sambil menikmati udara pagi yang segar dan menikmati pemandangan hamparan sawah yang menghijau. Ambillah sebagian kecil waktumu untuk merefresh ulang.. Ambillah tenaga kembali dan bersegeralah untuk menghadapi sesuatu yang lebih besar!!! Jangan terlalu lama diri ini beristirahat, bisa jadi untuk memulainya lagi butuh kekuatan yang lebih extra.
Amanah yang ada lebih banyak daripada yang waktu tersedia maka sesungguhnya tidak ada waktu yang tidak berguna apalagi tersiakan. Semoga diri kita bisa arif untuk membagi waktu sesuai porsinya.
-pengingat diri, untuk bisa lebih semangat... jangan kendor!!! Inget!!!- >>HnF<<
"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dalam keadaan ridha & diridhoi, masuklah bersama hambaku, masuklah ke dalam surgaku" (Qs.Al-Fajr 27-30) Subhanalloh.. panggilan yang indah dari ALLAH, yakinkah di akherat nanti kita akan dipanggil dengan sebutan itu?
Saudaraku, ajal kematian pastilah akan datang, ia bisa datang secara tiba-tiba dan pastilah yang kita inginkan dari ujung perjalanan ini adalah SURGA. Banyak sekali jalan menuju Surga, bisa melalui pintu kesabaran, pintu memaafkan, pintu bersedekah, dan masih banyak lagi. Tapi mengapa ketika banyak jalan menuju Surga, engkau masih bersusah-susah mencari jalan ke neraka?
Semua ini adalah perjalanan…. "Ya ALLAH, jadikan langkah-langkah hidup kami menjadi bagian dari perjalanan kami menuju Surga-Mu"
Setiap langkah hidup kita adalah peristiwa yang tergores menjadi sejarah hidup. Setiap peristiwa adalah bagian menuju SURGA atau menuju NERAKA. Akan ke manakah kita? Bisa jadi perjalanan kita menuju SURGA, dipenuhi taburan bunga-bunga indah menyenangkan. Bisa pula jalan kita menuju SURGA adalah jalan yang tidak menyenangkan. Kita harus melewatinya penuh perjuangan & pengorbanan. Ada juga perjalanan ke Nerakanya bertaburkan bunga-bunga keindahan. Sebagian yang lain menjumpai perjalanan ke nerakanya dipenuhi jurang merintang yang tidak menyenangkan.
Bukalah mata, agar kita selalu menemukan jalan menuju SURGA di balik setiap peristiwa Saudaraku… jalan menuju SURGA hanya bisa ditemukan oleh orang-orang yang memiliki nafsu Muthmainnah. Siapakah dan bagaimanakah nafsu Muthmainnah itu? Mereka yang memiliki : 1. Nafsu yang mengimani pertemuan dengan ALLAH 2. Takut kepada ALLAH sehingga rasa takut itu membawa pada rasa ketenangan dan kebahagiaan. 3. Ridho dengan semua ketentuan ALLAH 4. Merasa cukup dengan semua pemberiaan ALLAH 5. Merasa tenang karena percaya dengan jaminan ALLAH 6. Selalu merasa diwasi oleh ALLAH. Cemas kalua sampai ALLAH melihat dia sedang dalam keadaan yang tidak disukai-Nya 7. Selalu berusaha menambah tingkat kedekatan dengan ALLAH SWT 8. Jujur & pasrah kepada ALLAH 9. Bersegera memenuhi perintah ALLAH & Rasul-Nya.
Sudah sejauh manakah perjalanan kita? Ketika SURGA sudah menjadi tujuan kita, maka komitmenlah pada ALLAH dan ROSUL-NYA. Jangan terjebak pada perjalanan ke Neraka yang bertaburan bunga. Selamat menikmati perjalanan ini dan bersiap siagalah!
Kutipan dari perjalanan ruhiyah , Kamis pagi , 3 des 09 @ masjid Mardhiyah bsm Ust. Syatori AR.
Ketika engkau akan merangkai semua dalam pita keindahan.. ingin engkau bentuk seperti apa, engkau pilih warna apa..hingga ia akan menarik perhatianmu. Sutu pencapaian maksimal yang ingin kau dapati. Indah bukan?
Sebagaimana engkau juga ingin merangkai hatimu seindah yang engkau inginkan, sahabat. Inikah atau yang itukah hasilnya? Ah.. semakin tak menentu jika hasilnya tidak sesuai dengan inginmu. Tapi sabarlah wahai sahabat... Ada kalanya ia akan menjadi indah Itu hanya permasalahan hati yang akan engkau temui Tapi jangan engkau buat kalut hatimu itu
Hai hati, saat ini aku ingin mengetuk hatimu Apa kabar? SSstt... senang, sedih, gembira, kalut, cemas itu semua adalah pilihanmu Coba saat ini engkau putuskan untuk memilih SENANG!! Aku tidak ingin memaksamu, hanya saja memandumu untuk memilih yang indah
Eh, tahu ga? Cobalah hati ini kita kembalikan lagi pada pemiliknya. Ya, aku tahu pemiliknya adalah engkau, tapi lebih daripada itu yang memiliki adalah ALLAH Aku tahu, hati itu mudah terbolak-balik kan.. memohonlah engkau agar ia selalu tetapkan hati ku dan hatimu hanya pada ALLAH.. karena DIA yang paling tahu yang terbaik buat kita.
Semoga ALLAH memberkahi setiap keputusan demi keputusan yg kita ambil dalam episode kehidupan ini. Postingan ini saya ambil dari blog salah seorang teman saya, akh syabli
Wallohu'alam bishowab.
* * * * * * * * * * * * * * * * *
Tulisan ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan sebelumnya 'seseorang melamar saya'. Ternyata masalah itu tidak sesimpel ketika saya menuliskannya waktu itu. Banyak perkembangan dalam realita di lapangan yang membuatku harus bertanya, membaca dan merekonstuksi ulang pemahaman yang terdahulu. jadi ingat tulisannya Anis Matta dalam serial pembelajaran Tarbawi, lukisan yang tak sempurna. ya, pengetahuan kita tidak akan pernah sempurna.
Sebenarnya ini bukan kafaah saya, tapi Allah mengirimkan masalah ini kepada saya untuk belajar lebih cepat tentangnya. sebetulnya sih, gak terlalu suka posting-postingan tentang prosesi menggenapkan agama yang satu ini, bukan karena tidak ingin, lebih karena belum berpengalaman. Yah, kebanyakan prolog. kita langsung saja ke Tee Kaa Pee.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: "Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridha akan agama dan akhlaknya maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di permukaan bumi" (HR. Tirmidzi)
Kalau pada tulisan sebelumnya saya berbicara dari perspektif sang ikhwan, kali ini saya ingin berbicara dari perspektif sang akhwat dan keluarganya. coba baca kembali hadist di atas! serem kan? sangat serem bagi seorang akhwat. apalagi akhwat yang sedang mendapat lamaran dari seorang ikhwan. ditambah lagi ikhwannya sudah dikenal baik akhlak dan juga agamanya. kalau saya seorang akhwat, saya juga akan merasakan hal yang sama. gamang apakah akan menolak atau tidak, menolak takut karena Rasul yang suci sudah mengatakan demikian, mengatakan iya juga belum bisa. ah, jadi serba salah, serba bingung.
Kita lanjut ke cerita sebelumnya. saya memberikan dua jawaban ketika sang ikhwan meminta saya untuk menemani dia melamar sang akhwat. jawaban pertama adalah jangan pernah mendahului takdir (sudah panjang lebar di tulisan sebelumnya) dan jawaban kedua adalah; masalah pernikahan bukan masalah sembarangan, ia adalah masalah seumur hidup. bukan main-main. jadi, sebuah pernikahan haruslah dibicarakan terlebih dahulu dengan yang bersangkutan. dalam hal ini, sang akhwat dan juga keluargannya.
saya pun berbicara dengan akhwat dan keluarganya. singkat cerita, saya tidak mau mengatakan apakah ditolak atau diterima. tapi yang ingin saya tuliskan di sini adalah apa sikap terbaik yang harus diambil oleh akhwat itu dan keluarganya dalam memutuskan.
maaf, bicaranya agak belepotan gara-gara belum berpengalaman. memutuskan menerima atau menolak itulah yang perlu kita pelajari bersama kali ini. dan inilah pemahaman saya tentang hal itu.
Hadist tersebut di atas adalah benar adanya. namun jangan ditafsirkan secara sembrono. harus mempertimbangkan berbagai macam aspek. terutama sang akhwat, sebagai aktor utama. jangan mentang-mentang hadisnya berbunyi begitu, seenaknya saja kau tembak akhwat dengan lamaran dan menjadikan ucapan rasul itu sebagai senjata pamungkas agar tidak ditolak. itu salah kawan!
Untuk akhwatku yang dimuliakan Allah, engkaulah yang berhak menentukan apakah engkau akan menerima atau tidak. tentu saja dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, keluarga, kesiapan mental, fisik dan segala tetek bengek terkait dengan sebuah pernikahan. keputusan final ada pada dirimu seutuhnya, bukan pada hadist itu. alasan paling jitu tentang apa yang aku katakan ini sebaiknya di akhir tulisan. supaya lebih greget dan para pembaca tetap melanjutkan bacaannya.
Coba kutuliskan di sini beberapa kalimat kegundahan dari sang akhwat; "wah, kepikiran terus, antara keinginan untuk lulus dulu (belum mau nikah) dengan menolak lamaran (mau menikah)" di lain kalimat ia bertanya "Nikah itu apa perlu ikhtiar? kalau ada yang melamar tapi kita menolak apa itu ketentuan Allah?" dan juga "Apa lamaran itu adalah rizki?"
Kumelihat betapa kegundahan telah menjadi badai di hatimu. belum lagi kalimatmu yang terakhir "Nikah itu butuh persiapan banyak kan? sebenarnya belum mau tapi takut salah mengambil keputusan. presentase belum mau lebih besar. pemikiran saya; menikah sekarang akan menambah beban, palagi masih kuliah. tapi apa ada yang mau melamar nanti setelah lulus. sedangkan kalo akhwat kalo masalah nikah hanya menunggu."
Wah, sepertinya harus mengulang materi kemarin lagi nih. jangan mendahului takdir saudariku! tentukan sekarang apakah kau mau dan siap untuk menikah. jika jawabannya adalah iya, maka dengan sepenuh hati Saya akan bantu. tapi kalau jawabannya adalah tidak, maka jangan kau bicarakan lagi dari detik ini. sekali lagi keputusan ada di tanganmu!. jangan pernah mendahului takdir dengan mengatakan bagaimana kalau setelah lulus tidak ada yang akan melamar?. siapa yang bisa menjamin kau bisa lulus. siapa yang akan menggaransi kau masih hidup satu bulan lagi? apalagi lulusmu masih bertahun-tahun.
kau bertanya kembali dengan opsi bahwa biarkan sang ikhwan melamar tapi nanti jawabannya adalah menunggu lulus. ukhti, sekali lagi jangan mendahului takdir dan mengotori proses. siapa yang menjamin kalian berdua masih hidup saat pergantian tahun, siapa yang akan menjamin tidak ada sms mesra, telepon rindu selama menunggu tahun kelulusan itu. siapa yang jamin, hah! nabi yusuf saja tidak kuat kalau tidak dengan pertolongan Allah, apalagi engkau saudara dan saudariku yang jauh dari sempurna.
Sebuah lamaran membutuhkan jawaban ketegasan. tidak atau iya. tidak boleh ada tidak jika, atau iya kalau apalagi iya tapi... seperti iya tapi setahun lagi, iya tapi setelah lulus. dengan jawaban memble seperti itu kau telah membuat lobang buaya, membuat kesempatan untuk syaitan masuk ke dalam kesucian proses. jangan lakukan itu, itu lebih parah dengan prasangka dirimu menyalahi hadist rasul di atas.
pilihannya adalah iya atau tidak dengan intonasi ketegasan. iya maka segerakan, tidak maka jangan ada harapan, biarkan takdir Allah yang berbicara nanti, entah kapan, terserah Allah. kalau memang jodoh, Ia akan mempertemukan kalian. pasti. maka saran terbaikku untukmu ukhti, tentukan pilihan sekarang; iya atau tidak. dan lanjutkan hidupmu sesuai dengan keputusanmu itu, kalau iya berarti hadapilah setiap konsekuensi menjadi seorang istri, kalau tidak berarti lanjutkan hidupmu seperti semula. jangan ada sesuatu yang mengganjal.
untuk sang ikhwan, saran terbaik yang bisa kuberikan hanya dua pilihan; satu, kalau kalau mendapat penolakan maka lamarlah wanita yang lainnya. jangan kekeuh pada satu wanita dengan bersedia menunggunya selama bertahun-tahun. hal itu menunjukkan ketidak tulusan niatmu untuk menyempurnakan agamamu. tidak hanya itu, kalau kau melakukan itu kau berarti sedang menantang Allah dengan cara mendahului takdir. ingat jodoh itu adalah takdir yang tidak bisa dirubah dan engkau tidak tahu sedikitpun tentangnya sampai kau mengalaminya.
atau yang kedua adalah, kalau kau mendapat penolakan dan sementara tidak akan melamar wanita lain. jangan coba-cona untuk membuat Allah murka dengan aktivitas di luar syariat. tetaplah istiqomah di jalan dan cara yang sudah Allah tentukan. niscaya Allah akan mempersiapkan bidadari bumi untukmu. percaya itu.
Saya rasa saya sudah menulis terlalu panjang, akan ku akhiri tulisan ini dengan alasan mengapa seorang ukhti tidak boleh takut dengan hadist di atas. Ukhti, hadist itu ditujukan untuk para wali nikah bukan pada perempuan yang dilamar. sekali lagi, hadist itu untuk para bapak, bukan untuk para wanita yang dilamar. karena ada hadist nabi yang lain mengatakan; Seorang janda tidaklah dinikahkan sehingga dimintai pendapatnya. Tidak pula seorang gadis dinikahkan kecuali setelah diminta izinnya..." (HR. Bukhari, Muslim dan tirmidzi, hasanshahih, Al-jami’ fi fiqhi an-Nisaa hal:400).
Dalam hadits lain juga dikatakan, ada seorang gadis menemui Rasulullah lalu bercerita tentang ayahnya yang menikahkannya dengan orang yang tidak ia sukai, maka Rasulullah memberi hak kepadanya untuk memilih.... [HR Ahmad, Abu Dawud, & Ibnu Majah, lihat Kitab Bulughul Maram hadits no 1016]
Saudariku, bila memang hatimu tidak suka maka janganlah engkau merasa ragu dan bimbang. Apalagi segan atau takut untuk membatalkan lamaran itu. Jangan merasa tidak enak, nanti akan mengecewakan keluarga laki-laki dan mungkin fitnah yang timbul akibat pembatalan itu. Engkau yang akan menikah, engkau yang akan menjalani hidup bersamanya,bukan orangtuamu, bukan tetanggamu, atau masyarakat di sekitarmu. Hilangkan semua perasaan-perasaan tidak enak yang berkecamuk dalam dadamu. Yakinlah terhadap pilihanmu bila memang engkau tidak suka maka jangan ragu-ragu untuk menolaknya. Itu semua untuk kebaikan agamamu, kebahagiaan dunia dan akhiratmu.
Semoga Allah segera menghadirkan calon yang sesuai dengan idaman hati kita sebagaimana doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Amin ya,..Mujibas Sailin.
Selang-selang itu terus mengalirkan darah dari tangan
seorang qowam dalam rumah tangga,
menuju sebuah alat untuk menguraikan zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak
terpakai lagi dengan zat-zat yang masih digunakan oleh tubuh. Beliau harus rela
untuk setiap minggunya 2 kalimelakukan
hal seperti itu, karena fungsi dari ginjalnya sudah tidak berfungsi lagi
semenjak 6 tahun yang lalu. Semua kerja dari salah satu sistem organnya,
ginjal, harus dialih fungsikan oleh sebuah alat yang bernama hemodialisis.
Tubuhnya kurus, dan perutnya terlihat membesar.
Beliau sangat ramah menyapa kedatangan kami, yang saat
itu kami harus mengambil data penelitian epidemiologi klinik pada blok elektif
–riset- ini, di salah satu ruang hemodialisis di sebuah rumah sakit swasta di
jogja. Sambil ditemani istrinya, beliau terlihatsangat menerima apa yang ALLAH berikan
kepadanya.
Umur yang masih terbilang produktif, 42 tahun, namun
ALLAH sudah memberi beliau ujian yang tidak semua orang sanggup menjalaninya.
Benarlah, bahwasanya ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai
kesanggupannya.
Ketika kami bertanya dari sisi ibadahnya setelah ALLAH
meberi ujian ini, alhamdulillah beliau semakin mendekat kepada ALLAH, tidak
lagi menunda-nunda untuk menunaikan sholat wajibnya, dan bahkan beliau sering
terbangun sendiri untuk melakukan sholat tahajud.
Saudaraku... kisah di atas adalah sedikit crita yang
ingin saya uraikan hikmahnya dari pengalaman saya bersama pasien-pasien gagal
ginjal.
Mudah bagi ALLAH untuk memberi penyakit kepada kita...
cobalah kita sesekali bertafakur terhadap ujian yang ALLAH berikan kepada
saudara-saudara kita..
Mereka sama sekali tidak menginginkan hal itu terjadi..
coba bayangkan betapa nikmatnya, kita yang sehat... ginjal kita masih berfungsi
normal hingga saat ini. Setiap harinya ginjal kita dilalui sekitar 170 L darah
untuk difiltrasi, gratis!!! Kita bisa melakukan tugas2 sehari2 kita lebih
menyenangkan, ibadah pun tidak terganggu.
Mereka –pasien2 gagal ginjal- harus rela mengeluarkan
uang sekitar 600-700 Rb setiap kali cuci darahnya, oh.. betapa murahnya ALLAH
menganugerahkan nikmat sehat ini.
Belum lagi mereka masih merasakan rasa pusing, mual, kram
otot, dll setelah menjalani cuci darah.
MasyaALLAH...
Bapak itu.. beliau harus mengatur pola diet makan dan
minumnya. Bayangkan.. beliau setiap harinya dijatah maksimal sehari minum hanya
2 gelas air saja, karena sistem ginjal sudah benar2 tidak berfungsi lagi,
bahkan beliau sudah tidak bisa mengeluarkan urinenya lagi. Pantas saja, perutnya
membesar.
Bagaimana saudaraku? Masihkah terus mengucapkan tahmid
membaca ceritaku?
Ya ALLAH... tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bagi
ENGKAU ketika itu semua adalah kehendakMU.
Aku begitu malu... ketika aku menemui pasien-pasien gagal
ginjal.. aku malu... karena aku sering mengeluh yang tidak jelas, padahal
nikmat-nikmat ALLAH sangat besar dan begitu banyak yang telah ALLAH berikan
kepadaku..
Ya ALLAH.. semoga Engkau tidak mencabut kenikmatan yang
telah Engkau beri padaku.
Ya Rahman Ya Rahiim... Berilah kelapangan dan kesabaran
pada saudara-saudaraku yang telah Engkau tetapkan ujian ini pada mereka.
Kesembuhan dan kesembuhan... jikalau tidak didapatkan kesembuhan di dunia ini,
semoga kelak Engkau berikan kelapangan di akheratya atas ke-tawakalan mereka.
Siang itu
ketika saya sedang mengikuti ta’lim, tiba-tiba HP berbunyi, ternyata pesan
singkat dari ibu.
“Alhamdulillah ibu udah kirim uang de’. Semoga berkah.” (
my Mom)
“Jazakillah khair bu... semoga harta kita menjadi berkah”
“Allohumma amiin... juga bapak ibu dikarunia anak-anak
yang sholeh dan sholehah , agar terhindar dari api neraka dan siksa kubur.” (
my Mom)
“Aamiin ya Rabb...”
Itu adalah
percakapan singkat aku dengan ibuku.
Akhir bulan
atau awal bulan adalah masa2 di mana orang tua kita mengirimkan uang untuk anak
nya atau kita menunggu kiriman dari orang tua. Ada rasa
senang dan syukur ketika uang di ATM kita bertambah.
Pernahkah
ketika kita mengambil uang di Bank atau menarik uang di ATM kita berdoa dulu.
Bersyukur atas rezeki halal dan thoyib yang ALLAH berikan kepada kita melalui
kerja keras dari orang tua , dan berdoa semoga uang yang kita ambil penuh
keberkahan, tidak tersia-sia.
Mungkin
sebulan kita bisa menarik uang di ATM lebih dari 3 x, apakah kita yakin dalam
setiap penarikan uang itu ada keberkahan atasnya?
Berdoalah
dengan melembutkan dan menundukkan hati ini.
Ya Razaq
penuhilah keberkahan dalam setiap rezeki yangEngkau berikan pada kami.
Ya Aziz
berikanlah kekuatan dan kesehatan kepada kedua orang tuaku atas ikhtiar mereka,
semoga dalam setiap keringat yang mereka keluarkan penuh tasbih padaMu, dalam
setiap desah nafas mereka penuh dengan tahmid padaMu, dan setiap langkah mereka
penuh dengan takbir pada Mu