Your Ad Here

Assalamu'alaikum sahabatku :) ... Ahlan wa Sahlan fii Hanifah's personal blog

Asmaul Husna
Manusia yang disiplin dalam waktu, jadwal kerja& menepati janji adalah umat ISLAM. merekalah yang seharusnya paling komitmen ttg pentingnya waktu dlm ISLAM

Hanyalah hamba Allah yang lemah tanpa daya dan kekuatan kecuali dengan pertolonganNYA, dan terus berusaha membersihkan hati, menjernihkan pikiran, dan menata akhlaq demi menggapai ridha ILLAHI

Hanifah Tri Utami
seorang pembelajar yang ingin terus menikmati walau hanya setetes ilmuNya dari lautan yang luas
Cilacap-Jogja
Bergerak utk Perubahan yg lebih baik
email : sahabatmuslimku@gmail.com
YM : sahabatmuslimku
"hasbunallahu wa ni'mal wakiil ni'mall maula wani'man natsirr"
Hanifah Hani

Buat Lencana Anda


<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Blog ini lahir ketika saya kelas 2 SMA, Alhamdulillah saya sudah lulus dari program sarjana, dan sekarang sedang menempuh pendidikan profesi sebagai dokter muda di sebuah Rumah Sakit Daerah di daerah Jateng, mohon doanya ^_^ Go to dr'Da'iyah

Coretkan Pesan & Tausiyah ya :)

Tersenyumlah :)
Apa kabar sahabatku?
Sudahkah hari ini tersenyum?
Berikanlah senyum pada setiap orang, semoga senyuman ramah dari bibirmu akan menambah pahala, karena senyum adalah ibadah
Ayo tersenyumlah.. :)
gak susah kok.. :)
Nah, gitu kan lebih manis :)

Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:

HHardworking
AAwesome
NNutty
IInsane
FFun
AAccurate
HHaunting

LiNk SahabatKu

Akhwat

.:My other Blog:.

.:Mbak Ocha:. Bangka
.:Mbak Yentri:. Jakarta
.: drg.Desy Rosalina:. Jakarta
.:Nessa Syahirah:. Malaysia
.:Mbak Hanum:. Jakarta
.:Mbak Hanum:. Jatim
.:Mbak Wiwid:. Jakarta
.:Mbak Ida:. Semarang
.:Mbak Mila:. Surabaya
.:Mbak Hamida:. Surabaya
.:Mbak Fathy:. Jakarta
.:Mbak Azzah:.
.:Mbak Dara:. Jakarta
.:Mbak Hanan:. Medan
.:BerJilbab:.
.:Ukh Izza:.
.:Ukh Syazana:. Malaysia
.:Ainulmardhiah:. Malaysia
.:Bunda Naila:. Bogor

Ikhwan

.:dr.Bambang Edi, M.Kes, Sp.A:. Jogja
.:dr.Gunawan:. Sby
.:ARS:. Jogja
.:Az&fa:. Kuwait
.:Akh Aann:. Jakarta
.:Akh Dian:. Jakarta
.:Akh Aryanto:. Makasar
.:Akh Imansyah:.
.:Akh Yasin:. Japan
.:Bang Achul:. Jakarta
.:Akh Andres:. Jember
.:Akh Andriansyah:. Aceh
.:Akh Andries:. Jogja
.:Bc the Mountaineer:. Jakarta

Insya4JJI bermanfaat, klik yah
|.:Dudung ok:.| |.:Eramuslim:.| |.:Al-dakwah:.| |.:Muslim:.| |.:Pesantren:.| |.:Hidayatullahu:.| |.:Mail Yahoo:.| |.:Google:.| |.:Buat kartu:.| |.:Liputan6:.| |.:Farisi:.| |.:KafeMuslimah:.| |.:Ukhuwah:.| |.:Free SMS:.| |.:SwaraMuslim:.| |.:Jilbab:.| |.:SMUN1C:.| |.:RIMA:.|

"Dan barang siapa menaati Allah dan rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (Yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui." (Qs.AnNisa :69-70) "

Ya Allah karuniakan aku dan saudaraku
keSungguhan berjihad
keIkhlasan beramal
keJernihan berpikir
keTangguhan mengahadapi cobaan
keIstiqamahan mengarungi jalan panjang
dan keKekalan Persaudaraan
.
Amiinn

Ya Allah Eratkan kami dalam ukhuwah yang tak terbatas jarak dan waktu.
Satukan hati kami karena Cinta-Mu, taat kepada-Mu, dan kuatkanlah kami dalam menegakkan syariat-Mu!
Semoga Allah mempertemukan kita dalam Cinta-NYA

Hati ibarat bulan yang bersinar
Bulan tidak akan bersinar bila tertutup awan gelap, begitupula dengan hati
Hati akan gelap, tidak peka dan sulit untuk menerima petunjuk, keras, dan tidak lembut, karena tertutup awan ma'siyat
Manusia tidak lepas dari dosa dan ma'siyat
Untuk itu jangan bosan-bosannya kita beristighfar dan selalu memperbaiki diri menuju ke yang lebih baik.

Kita kan tetap di sini,
walau panas ditapak
berat di pundak
kering dihembus
perih dipandangan
Kita kan terus berjalan hingga kelak kan terjawab,
"Mengapa Perjuangan itu Pahit?"
"Karena Syurga itu Manis"

I have SpeCiaL breakfast for you :

a Glass of CaRe
a Plate of Love 'coz Allah
a Fork of TruSt
a Bowl of Pray : "May Allah Gather us in HEAVEN"

salju

Ya allah sejukkanlah gelora hati ini dengan salju keyakinan

Padamkanlah gelora api jiwa ini dengan air keimanan

Berikanlah rasa damai pada jiwa yang dalam kegelisahan ini

Tunjukkanlah penglihatan ini menuju cahayaMu

Sahabatku yang telah silaturrahmi sejak Juni 2005
internet gambling
Syukran yah... sudah silaturrahmi ke blog hani :) Salam.. :)

 Blognya Indonesian Muslim Blogger�E


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, November 08, 2011
[ a Gift from ALLAH ]

Bismillah….

Betapa bersyukurnya diri ini..

Kusebut engkau adalah kado terindah dari ALLAH buatku..

Engkau bagaikan kado yang terbungkus rapi, dengan warna cantik dihiasi pita indah.

Kuterima kado ini dengan penuh sukacita, apalagi yang menyampaikannya adalah orang yag paling kusayangi dan kuhormati selama ini, bapak ibuku.

Tidak terlalu banyak tanya apa isi dari kado tersebut, karena begitu percayanya diri ini kepada bapak ibu.

Semua terjawab sudah ketika proses demi proses kita lalui, kubaca lembaran kisah seorang lelaki , lalu pada suatu waktu kita dipertemukan dalam prosesi ta’aruf , kemudian khitbah dan puncaknya adalah engkau menerima ku sebagai pendamping hidupmu. MasyaALLAH , waktu yang sangat singkat, tiga bulan untuk memulai itu semua.

Tahukah mas, betapa pemurahnya ALLAH pada kita, semua yang aku tulis di biodata mengenai kriteria pasangan hidup, ada di dirimu semua, sesuatu yang sungguh menakjubkan. Bukankah aku belum pernah tahu, melihat dirimu, atau bahkan kenal sebelumnya? Di situ lah yang kusebut sebagai kado terindah dari ALLAH..

Aku pun bukan kriteria istri yang sempurna untukmu, begitu pula denganmu, tapi aku yakin engkau bisa menjadi pelengkap pada kehidupanku selanjutnya, bukankah pasangan hidup itu adalah kepingan puzzle yang bisa melengkapi satu dengan yang lainnya?

Terasa lebih yakin lagi tatkala prosesi ta’aruf yang begitu singkat itu bergulir, hati kecil pun sudah mulai memberikan sinyalnya, dan kuberharap semua ini bukanlah nafsu semata, tapi lebih dari itu yaitu petunjuk dari ALLAH yang DIA berikan padaku.

Alhamdulillah kemudahan demi kemudahan selalu ALLAH berikan kepada kita hingga akhirnya engkau menerima ijab dari bapakku, seseorang yang telah menjadi imam pada keluarga kami, dan ia menyerahkan dan mempercayakan anak gadisnya pada seorang lelaki sholeh untuk dididiknya menjadi istri yang bisa menyejukkan hati suami, ibu pada calon anaknya, serta wanita yang sanggup menyedekahkan jiwa dan hartanya di jalan ALLAH..

Yah.. lelaki itu kini adalah engkau, mas , suamiku. Betapa ke-Maha Besar-an ALLAH yang menciptakan makhluknya berpasang-pasangan dengan memberikan kasih sayangnya pada dua insan yang telah menyatu pada janji yang suci itu, mitsaqan ghaliza. Walau kau adalah seseorang yang sangat baru dalam hidupku, semua berjalan sangat indah, bahkan seperti aku sudah mengenalmu lamaaa…

Alhamdulillah.. apa yang dulu diri kita cita-citakan bersama, bisa terwujud, yaitu tidak akan pernah pacaran sebelum menikah. Alhamdulillah ALLAH memampukan diri kita untuk menaatiNya, dan inilah jalan yang telah ALLAH berikan kepada kita.. jalan yang indah untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah warohmah :) aamiin..

 

tmg,241011

Posted at 8:10:13 pm by hani_fah
Comment (1)  

Saturday, October 22, 2011
Kado Terindah dariNYA

ketika rasa Syukur menjadi awal mula terhadap segala rasa.. maka hati akan menjadi lapang.. dan semua itu ada di hati kita masing-masing..


Alhamdulillah..
Bersyukur memilikimu, engkau yang selalu membuatku tersenyum
Bersyukur memilikimu, engkau yang selalu mengajariku untuk menghapus kesal
Bersyukur memilikimu, engkau yang selalu berusaha menuntunku pada jalanNya
Bersyukur memilikimu, hati yang indah tanpa prasangka

Betapa bersyukur nya diri ini menjadi seorang istri yang menjadi bagian dari hidupmu

Ingin kukatakan, engkau adalah Kado terindah yang ALLAH berikan padaku, untuk melengkapi puzzle dalam episode ini.

Ya ALLAH.. jagalah ia selalu, ketika penjagaanku tidak sampai padanya..

Ya ALLAH .. kuatkanlah pundaknya untuk menerima amanah-amanahMu

Teringat ucapanmu, beberapa waktu lalu di awal-awal usia pernikahan kita, engkau  ingatkan aku pada sebuah ayat Al-Qur'an , "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Qs. At-Tahrim [66]:6)

 

Yakin lah mas, engkau bisa mengemban amanah ini, kita sama-sama memiliki tanggung jawab yang besar , semoga ALLAH selalu membimbing kita dalam menjalani amanah ini.

Ya Allah, ya Karim
Ijinkan hamba-hambaMu ini berikhtiar
Dalam batas-batas syari'at yang telah Engkau gariskan
Dalam hembusan sejuknya iman
"Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a'yun waj'alna lil muttaqina imama" (QS. 25 : 74)
…….amiin ya rabbal 'aalamiin…….

 

Posted at 6:12:25 am by hani_fah
Comment (1)  

Thursday, October 13, 2011
Purnama

"Kupandang langit-Mu

Punama bersinar terang

Dikelilingi kerlip bintang"

 

Alhamdulillah sudah tiga purnama kita lewati.

Setiap purnama muncul, diri ini selalu menghitungnya, dan berkata kepada seseorang di tempat lain “Alhamdulillah… Langit nya cantik sekali, coba deh liat… “

 

Buat seseorang yang datang pada purnama…

Alhamdulillah, betapa bersyukurnya diri ini bisa mengenal dan mencintaimu

Allah telah mengirimkan engkau untuk kutaati dan kupatuhi di dunia ini

Engkau adalah orang asing yang belum pernah kulihat, kukenal, bahkan kau tak nampak sebelumnya..

Tapi itu adalah rahasia ALLAH untukku

Sang Imam bagi perjalanan episode selanjutnya..

 

Betapa indahnya purnama..

Itulah yang kulihat setelah ALLAH mempertemukan kita dalam keadaan yang DIA ridhoi, betapa indahnya pertemuan dan ikatan suci itu bersamamu..

Tidak putus-putusnya bersyukur atas nikmat yang ALLAH berikan ini

Bersamanya kuikat dalam lantunan doa

 

Kuingin kita trus berjuang tuk gapai sakinah, dengan mawaddah dan rahmah.

Kuingin nikmati purnama berdua denganmu…

Mitsaqan ghaliza… ditemani Purnama cantik.. Smile

 

Luv u… Wink

Tmg, 131011

 

Posted at 3:53:57 pm by hani_fah
komentarnya ditunggu loh  

Thursday, July 14, 2011
How HALAL is Beautiful ^^

Bismillah..

Tak terasa perjalanan blog ini secara tidak langsung menceritakan penggalan episodeku.

Hingga suatu saat nanti memasuki episode baru

Mohon doanya yang terbaik untuk ikhtiar rencana pernikahan kami..


Akad Nikah : Sabtu, 16 Juli 2011 pukul 08.30
Resepsi Pernikahan : Sabtu, 16 Juli 2011 jam 10.00-12.00
bertempat di Gedung Patra Graha, Cilacap

Hanifah (Cilacap) & Ahmad (Gresik).

"Dan diantara tanda-tanda kekuasanNya ialah diciptakanNya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikanNya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kekuasanNya bagi kaum yang berfikir" (Qs.Ar-Rum :21)

 

Posted at 1:01:03 pm by hani_fah
komentarnya ditunggu loh  

Tuesday, May 31, 2011
Stase ANAK, yey!!!

Alhamdulillah.. terlewati sudah masa-masa sebagai koas Anak selama 10 minggu plus 2 hari (bonus). Alhamdulilah.. banyak-banyak bersyukur bisa melewati stase ini dengan (semangat) maksimal. Awal-awal masuk stase ini sepertinya banyak yang memberikan “warning”  tentang kondisi di stase ini dari temen2 yang sudah menjalani stase ini sebelumnya. Mulai dari tugas-tugas yang sangat banyak, dan beda dari yang lain karena harus nge-lab sebanyak 3 kali dengan kasus yang berbeda,, jadwal jaga yang begitu melelahkan karena suasana jaganya tidak senyaman stase yang lain, dokter pembimbing yang super sibuk, dll..

Awal ketika akan memasuki gerbang STASE ANAK, saya buka  dengan berdoa, bener-bener berdoa secara detil ke ALLAH, pasang muka terbaik, cerahkan pikiran, and do the best! Ditancapkan di dalam hati  bahwa, “dirimu adalah dokter anak terbaik di RS ini, berikan pelayanan yg terbaik!”

Sederhana memang, tapi dari situlah saya banyak belajar, walau tidak selalu mulus sesuai keinginan, alhamduillah setiap fase bisa terlewati. Masih teringat jelas, bagaimana ketika malam-malam ada pasien bayi yang apneu (henti nafas) dan harus melakukan VTP (Ventilasi Tekanan Positif) dan bagging, sampai ada pernyataanku yang keluar adalah belum jadi koas anak, kalau belum baggingan, hehe.. atau ketika malam-malam menemui pasien bayi yang kondisinya tidak baik, bolak balik memberikan edukasi kepada keluarganya atau pasien anak yang memberikan permennya padaku, ah so sweet.. Smile 

Walau sudah dinyatakan lulus dari stase anak, masih banyak ilmu yang belum kupahami , masihh jauhh sekali… masih ingin mendalami banyak tentang ilmu ini. Semoga ada kesempatan untuk bisa selalu belajar dan belajar.

Ya Rabb.. ijinkan kelak ilmuku bisa bermanfaat untuk ummat… aamiin.. 

Bukankah ALLAH selalu menuruti perasangka hambaNya? Lalu mengapa diri ini masih menutupi perasangka-perasangka baik?  Keep on Positive thinking, Always be Huznudzon!!! Cheers up girl!Wink

Go to dr.da’iyah

Hnf, Tmg 310511Shades

 

Posted at 8:58:20 pm by hani_fah
komentarnya ditunggu loh  

Monday, May 16, 2011
[Catatan Koas ANAK]

Siang itu ponselku berbunyi, kulihat di layar ternyata Nadia, temen satu kelompokku telpon,

“Assalamu’alaikum… hanifah, pasien an. S, itu pasiennya hanifah?”

“Wa’alaikumussalam, iya nad. Ada apa?”

“Gini, keluarganya menanyakan hasil tes lab nya gimana? Hanifah ada kan?”

“oiya . ada. Alhamdulillah hasilnya bagus semua, untuk tes darah, feses, dan juga urinnya.”

“Ok, aku sampaikan ke keluarganya. Karena barusan aku ditelpon sama perawat di seruni (bangsal anak).”

 

Klik. Ponsel pun mati. Aku jadi teringat sama pasien anak tersebut. 3 hari yang lalu , aku memang mengambil darah, feses, dan urinnya untuk aku periksa sebagai tugas presentasi kasus ku, tapi aku sendiri lupa untuk menyampaikan hasilnya pada keluarga. Pemeriksaan yang aku lakukan pun sangat sederhana sekali dengan menggunakan alat yang seerhana pula. Maklum, kami masih harus belajar jadi pakai alat yang sederhana, bukan memakai alat yang canggih yang tersedia di laboratorium RS, tapi aku lakukan itu di laboratorium tersendiri yang disediakan dari kampus.

Tidak berapa lama, ponselku berbunyi lagi, ternyata Nadia telpon lagi..

“Assalamu’alaikum,

“wa’alaikumussalam.. gimana nad?”

“hanifah… keluarga nya gak percaya sama hasil lab nya kalau ga ada buktinya.”

“hah? Kok bisa? Padahal kan kita gak ada print out nya juga.. ni kan buatan kita sendiri.. piye donk?”

“ya udah gini aja… udah mandi kan? –sambil ketawa-“

“udah donk,”

“Hanifah ke RS aja sekarang dan menjelaskan langsung ke keluarganya ya…”

“Oke, aku meluncur sekarang ke sana”

 

5 menit persiapan, dan aku sudah siap dengan jas koas dan tas ranselku. Bismillah…

Sesampainya di RS aku bertemu nadia dulu, dan kita berdua menuju bangsal anak. Langsung aku menuju kamarnya.

Kuketuk kamarnya, “Assalamu’alaikum… “

Waow, ternyata di kamarnya penuh dengan keluarganya, sekitar 7 orang. Ups!

“Wa’alaikumussalam.”

Kupecah sedikit ketegangan di dalam kamar pasien.

“Gimana kabarnya an.S bu?”

Pasien masih dalam kondisi dipasang infuse KaEn 3A dan selang O2 1 lt/mnt. Ibu pasien pun menjelaskan kalau anaknya masih batuk, dan masih agak sedikit sesak. Aku pun langsung memeriksa dan menjelaskan hasil pemeriksaanku.

“Begini pak, bu.. saya Hanifah, dokter muda di sini, saya muridnya dokter xxx, Sp.A, maaf karena hari ini libur dr.Sp.A tidak visit, digantikan dengan dokter umum. dek S sekarang masih agak sesak nafas, pernafasannya masih belum seperti biasanya, masih ada tarikan di dinding dadanya, perutnya juga masih kembung. Kemarin saya juga sudah periksa darah, pipis, dan fesesnya.. Alhamdulillah semua dalam kondisi normal. Memang tidak semua pemeriksaan bisa saya lakukan karena keterbatasan alat dan jumlah darah yang saya ambil. Untuk penyakitnya kami diagnosis dengan bronkiolitis, suau radang pernafasan di saluran nafasnya. Penyakit ini biasanya menyerang bayi, dan insyaALLAh kedepannya memilki angka kesembuhan yang cukup baik, jika anak tidak terpapar dengan hal-hal yang bisa memicu dia batuk, seperti asap rokok, atau jika ada yang batuk pilek jangan dekat-dekat dengan adek. Begitu pak, bu… mungkin jika ada yang ingin ditanyakan bisa ditanyakan sekarang kepada kami.”

Pastinya di tengah-tengah aku berbicara pada keuarga pasien, banyak pertanyaan macam-macam. Wajar jika keluarga pasien ingin bertanya dengan jelas tentang penyakitnya. Yang terpenting adalah sebagai seorang dokter kita berusaha menjalin komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarganya, berusaha menghilangkan atau meminimalisir kekhawatiran yang  ada di benak mereka. Ramah. Suka senyum. Dan terbuka. Mereka tidak hanya ingin diperiksa, diobati dan bye.. tapi lebih dari itu, adanya jalinan komunikasi yang jelas dan hangat.

Alhamdulillah akhirnya aku bisa meninggalkan kamar pasien dengan lega dan sudah ada kepuasan di masing-masing pihak. Serius, sebelumnya tak terpikir olehku, keluarga pasien akan menanyakannya. Maklum, pemeriksaan lab tidak dilakukan pihak RS terhadap pasien ini, karena waktu pasien masuk, tidak bisa diambil darahnya.  

 

Alhamdulillah pelajaran yang berharga untukku hari ini. Belajar untuk bertanggung jawab dan berhati-hati.  Semoga cepet sembuh adek kecilku… Big Smile

tmg, 160511

 

Posted at 6:32:20 pm by hani_fah
Comments (3)  

Tuesday, May 03, 2011
Menjaga Hati untuk Selamanya

Kita tidak akan pernah tahu, tapi kita harus siap dengan setiap episode.

Belajar untuk siap akan terus mengalir bersamaan dengan kita menjalaninya.

 

Berkisah tentang menuju pernikahan adalah hal yang selalu menarik untuk dikisahkan terutama bagi yang akan menuju padanya.Menujunya adalah suatu ibadah, wajar jika kita akan memulainya banyak godaan .Bagi yang belum merasakannya, mungkin hanya bisa mengira-ngira atau meraba-raba bagaimana rasanya menuju dan menikmati episodenya.

Siapakah ia? Bagaimanakah ia?  Itu adalah pertanyaan mendasar untuk siapa calon kita nanti. Ia akan lebih surprise jika ia adalah orang pertama yang kita kenal. Semua penuh kejutan, karena itu adalah bagian dari rahasia ALLAH kepada hambaNya.

Sudah siapkah? Tidak akan lagi seorang diri , tapi ia akan menjadi dua kepala yang menyatu bersama, berjalan berdampingan untuk bisa saling melengkapi. Yakinlah bahwa calon kita nanti adalah orang yang terbaik yang ALLAH berikan.

Berbicaralah dengan hati dan akal kita pun diikutsertakan dalam memilih / menentukan jodoh, singkarkanlah urusan dunia untuk sementara. Kecantikan, ketampanan, kekayaan. Beralih lah dulu menuju aklaq dan agamanya, karena itu akan menyelamatkanmu. Bukan hanya sekedar teori, insyaALLAH ini adalah hal yang utama. Bersyukur jika kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Setiap orang pastilah mempunyai prinsip dalam memilih jodohnya. Ada satu hal yang menurutku itu adalah hal yang luar biasa… ketika kita berusaha sekuat tenaga menjaga diri sebelum adanya ikatan yang sah, maka insyaALLAH kita pun juga akan mendapatkan calon pendamping yang ia juga selalu menjaga dirinya. Tetaplah berprasangka baik dengan calon pasangan kita. Berharap ALLAH memberikan yang terbaik sekali dalam seumur hidup dan seterusnya.

Aamiin,,,,

Bersambung

Hnf.

Posted at 5:41:57 pm by hani_fah
Comments (2)  

Sunday, April 10, 2011
Karakter Rumah Tangga Islam :)


Secara bahasa kata rumah (al-bait) dalam Qamus Al-Muhith bermakna: kemuliaan, istana, keluarga seseorang, kasur untuk tidur, bisa pula bermakna: menikahkan, atau orang yang mulia.

          Dari makna tersebut, rumah memiliki konotasi: tempat kemuliaan, sebuah istana, adanya suasana kekeluargaan, kasur untuk tidur, dan aktivitas pernikahan. Sehingga rumah tidak hanya bermakna tempat tinggal, tetapi juga bisa bermakna penghuni dan suasana.

          Rumah tangga Islami bukan hanya sekedar berdiri di atas kemusliman seluruh anggota keluarganya. Bukan pula karena seringnya terdengar lantunan ayat-ayat al-Qur'an dari rumah itu, Dan bukan pula sekedar anak-anaknya disekolahkan ke masjid sewaktu sore hari.

          Rumah tangga Islam adalah rumah yang didalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan di atas landasan ibadah. Dari makna tersebut, rumah memiliki konotasi: tempat kemuliaan, sebuah istana, adanya suasana kekeluargaan, kasur untuk tidur, dan aktivitas pernikahan. Sehingga rumah tidak hanya bermakna tempat tinggal, tetapi juga bisa bermakna penghuni dan suasana.

          Rumah tangga Islami bukan hanya sekedar berdiri di atas kemusliman seluruh anggota keluarganya. Bukan pula karena seringnya terdengar lantunan ayat-ayat al-Qur'an dari rumah itu, Dan bukan pula sekedar anak-anaknya disekolahkan ke masjid sewaktu sore hari.

          Rumah tangga Islam adalah rumah yang didalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan di atas landasan ibadah. mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar, karena kecintaannya kepada Allah.

          Rumah tangga Islami adalah rumah tangga teladan yang menjadi panutan dan dambaan umat. Mereka betah tinggal di dalamnya karena kesejukan iman dan kekayaan ruhani. Mereka berkhidmad kepada Allah Swt. Dalam suka maupun duka, dalam keadaan senggang maupun sempit.

          Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didalamnya terdapat iklim yang sakinah (tenang), mawadah (penuh cinta) dan rahmah (sarat kasih saying). Perasaan itu senantiasa melingkupi suasana rumah setiap harinya. Seluruh anggota keluarga merasakan suasana "surga" di dalamnya. Sesuai slogan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Baiti Jannati.

          "Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri kalian dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kalian rasa kasih dan saying. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar  terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (Ar-Rum:21)

Prinsip-prinsip dasar Rumah Tangga Islami, antara lain:

  1. Ia tegak di atas landasan Ibadah

Rumah tangga Isalam harus didirkan dalam rangka beribadah kepada Allah Swt semata. Artinya sejak proses pemilihan jodoh, bertemu, menjalin kesepakatan hingga pelaksanaan pernikahan tidak terlepas dari prinsip ibadah.

Ketundukan sejak langkah awal mendirikan rumah tangga setidaknya menjadi pemicu untuk tetap tunduk dalam langkah-langkah selanjutnya kelak, jika terjadi permasalahan dalam rumah tangga akan dengan mudah menyelesaikannya, karena semua telah tunduk kepada peraturan Allah dan Rasulnya.

 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku" (Adz Dzariyat:56)

 

  1. Nilai-nilai Islam terinternalisasi secara kaffah

Internalisasi nilai-nilai Islam secara kaffah (menyeluruh) harus terjadi dalam diri setiap anggota keluarga sehingga mereka senantiasa komit terhadap adab-adab Islami.

 

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu". (Al-Baqarah:120)

 

Untuk itu rumah tangga Islami dituntut untuk menyediakan sarana-sarana tarbiyah islamiyyah yang memadai, agar proses belajar, menyerap nilai dan ilmu sampai akhirnya aplikasi dalam kehidupan sehari-hari bisa diwujudkan. Internalisasi ini harus berjalan terus menerus, bertahap dan berkesinambungan. Tanpa hal ini, adab-adab Islami tak akan bisa ditegakkan.

 

  1. Hadirnya Qudwah yang nyata

Untuk menegakkan Islam secara kaffah perlu qudwah (Keteladanan) yang nyata dari sekumpulan adab Islam yang hendak diterapkan. Orang tua mempunyai posisi yang sangat penting dalam hal ini. Sebelum memerintah kebaikan atau melarang kemungkaran kepada anggota keluarganya, pertama kali orang tuanya harus memberikan keteladanan.

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tiada kalian kerjakan" (Ash-Shaf:3-4)

Keteladanan sangat diperlukan, dalam proses interaksi anak-anak dengan orang tuanya sangatlah dekat. Anak akan langsung mengetahui kondisi ideal yang diharapkan. Di sisi lain, pada saat anak-anak masih belum dewasa, proses pencerapan nilai-nilai lebih tertekankan pada apa yang mereka lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tak banyak manfaat orang tua menyuruh anak-anaknya rajin melaksanakan shalat tepat waktu, sementara ia sendiri selalu asyik melihat acara televisi saat adzan mahrib tiba.

  1. Masing-masing anggota keluarga diposisikan sesuai syariat

Islam telah memberikan hak dan kewajiban bagi masing-masing anggota keluarga secara tepat dan manusiawi. APabila hal itu ditepati, akan mengantarkan mereka pada kebaikan dunia dan akhirat.

"Dan janganlah kamu iri hati apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu, lebih banyak dari yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu". (An Nisa':32)

Masih banyak keluarga muslim yang belum bisa berbuat sesuai dengan tuntunan Islam. Betapa banyak kita dengar keluhan keguncangan keluarga Muslim bermula tidak terpenuhinya hak dan kewaiban masing-masing. Suami hanya menuntut haknya dari istri dan anak-anaknya tanpa mau memenuhi kewajibanya. Demikian pula dengan istrinya. Yang terjadi kemudian adalah ketidak harmonisan Susana rumah tangga tersebut.

Penyimpangan seksual yang dilakukan oleh orang tua dan remaja, sumbernya berawal dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Fungsi-fungsi tidak berjalan secara normal, karena adanya katup-katup curahan perasaan yang tersumbat, dan akhirnya meledak dalam bentuk penyimpangan-penyimpangan.

 

Dalam Islam masing-masing anggota dalam rumah tangga mendapatkan posisinya. Suami adalah pemimpin umum yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup rumah tangga. Karenanya tugas mencari penghidupan dibebankan dipundaknya. Istri adalah pemimpin rumah tangga untuk tugas-tugas internal, yang bertugasmengatur urusan kerumahtanggaan, baik ditangani sendiri maupun dengan bantuan orang lain.

Sabda Rasulullah Saw.: "Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Lelaki adalah pemimpin di rumah tangganya dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya". (HR Bukhari)

  1. Terbiasakanya ta'awun dalam menegakkan adab-adab Islam

Berkhidmat dalam kebaikan tidaklah mudah, amat banyak gangguan dan godaannya. Jika semua anggota keluarga telah bisa menempatkan diri secara tepat, maka ta'awun (tolong menolong) dalam kebaikan akan lebih mungkin terjadi.

"Dan tolong menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan" (Al-Maidah: 2)

Betapa sulit kita membentuk suasana islami apabila kerjasama antar anggota keluarga tidak terwujud. Masing-masing sibuk dengan berbagai urusannya. Mungkin juga masing-masing aktif di pengajian, namun tidak ada suasana saling tolong menolong dan menasihati dalam kebaikan dan taqwa.

Rumah hanya menjadi tempat tidur dan tempat istirahat di malam hari. Jika pun ada komunikasi antar mereka di rumah maka komunikasi itu tidak lagi dibarengi dengan suasana hangat. Tentu keluarga ini akan sulit untuk menciptakan suasana islami. Apalagi mengemban beban dakwah lebih luas.

 

  1. Rumah terkondisikan bagi terlaksnanya peraturan Islam

Adab-adab islami dalam rumah tangga akan sulit dilaksanakan jika struktur bangunan rumah secara fisik tidak mendukung. Di sini pembahasan rumah tangga islami banyak dilupakan.

Dalam budaya masyarakat tertentu lantaran permasalahan ekonomi—rumah hanyalah bangunan segi empat memanjang tanpa sekat ruang di dalamnya. Tidak ada ruang khusus bagi anak-anak perempuan yang terpisah dengan anak-anak laki-laki. Begitu juga ruang khusus suami istri.

Pada masyarakat modern, problem perumahan sangat mendesak bagi tiap keluarga. Ruang-ruang terbatas dan sangat sempit serta jarak antar rumah hanya sebatas satu tembok sudah dianggap biasa. Berbagai penyakit social akan menjadi ancamen serius di lokasi seperti ini.

 

  1. Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar

Memang materi bukanah segalanya. Ia bukan merupakan tujuan dalam kehidupan rumah tangga. Akan tetapi tanpa materi akan banyak hal yang tidak bisa didapatkan.

 

"Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi" (Al Qashash: 77)

Tindak lanjut dari point sebelumnya, amat jelas menggambarkan betapa keluarga Muslim dituntut memiliki materi yang cukup. Rumah yang luas dan kondusif pun juga dibutuhkan bagi upaya terbentuknya suasana islami. Walau bukan berarti rumah mewah dan lengkap dengan sarana kemewahannya. Akan tetapi melihat harga-harga sekarang , maka harus terpenuhi kebutuhan materi yang cukup untuk itu.

Bukan hanya itu, sarana berlangsungnya tarbiyah islamiyyah pun membutuhkan sejumlah materi. Membuat perpustakaan kecil, menghadirkan sarana permainan islami yang mencerdaskan anak, juga membutuhkan biaya. Belum lagi untuk pendidikan yang bermutu.

 

  1. Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat Islam

Menyingkirkan dan menjauhkan berbagai hal di dalam rumah tangga yang tak sesuai dengan semangat keislaman harus dilakukan. Pada kasus-kasus tertentu yang dapat ditolerir, benda-benda, hiasan, dan peralatan yang harus dibuang atau dibatasi pemanfaatannya secara syariat, namun masih disimpan secara sengaja. Apalagi untuk menghormati benda-benda keramat dan lainnya.

Ada pula rumah tangga muslim yang memiliki berbagai peralatan elektronik, seperti: radio, tape recorder, televisi lengkap dengan antenna parabola, video game, laserdisc, bahkan computer dengan jaringan internet, camera digital, dan video shoot. Peralatan tersebut jelas memiliki manfaat bagi pemiliknya, namun disisi yang lain ada bahaya yang senantiasa mengancam yang siap menerkam. Keluarga harus memiliki batasan yang jelas dan tegas dalam pemanfaatannya.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (At-Tahrim: 6)

 

  1. Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat

Diperlukan sebuah upaya pembinaan masyarakat (ishlahul mujtama') di sekitarnya menuju pemahaman yang benar tentang Islam yang shahih, untuk kemudian berusaha bersama-sama membina diri dan keluarga sesuai dengan arahan Islam. Disini rumah tangga Islami memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi kebaikan masyarakat di sekitarnya.

"Serulah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik pula" (An-Nahl: 125)

Dalam era global ini, kita tidak mungkin bisa hidupsendirian terpisah dengan masyarakat, betapapun taatnya keluarga kita terhadap norma-norma ilahiyah, apabila lingkungan sekitar tidak mendukung, pelarutan-pelarutan nilai akan mudah terjadi, lebih-lebih pada anak-anak.

 

  1. Rumah tangga dijaga dari pengaruh lingkungan yang buruk.

Dalam kondisi keluarga islami yang tak mampu memberikan nilai kebaikan kepada masyarakat sekitar yang terlampau parah kerusakannya, maka harus dilakukan upaya-upaya serius untuk membentengi—paling tidak—anggota keluarga. Harus ada mekanisme penyelamatan internal, agar tak larut dan hanyut dalam suasana jahili masyarakat sekitar.

Pada suatu kasus yang amat parah, keluarga muslim bahkan harus meninggalkan lokasi jahiliyah itu untuk mencari tempat yang lain yang lebih baik. Hal ini dilakukan demi kebaikan mereka.

"Maka tetaplah kamu dalam jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga kepada orangyang telah bertaubat beserta kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim yanh menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tidak memiliki seorang penolongpun selain Allah, lalu kamu tidak akan diberi pertolongan". (Hud: 112-113)

Dikhawatirkan ketidak mampuan keluarga Islami untuk memberikan celupan nilai keislaman pada masyarakatnya akan berimbas buruk pada diri mereka sendiri. Artinya tatkala mekanisme defensive belum terjadi secara otomatis, maka ada peluang bagi munculnya rembesan-rembesan suasana jahiliyah dalam rumah tangga islami. Keluarga tersebut kian terdesak dan akhirnya larut dalam keburukan.

Demikian beberapa karakter dasar rumah tangga islami. Apabila sepuluh hal tersebut ada dalam suatu rumah tangga, tentu dari sana akan senantiasa memancar cahaya Islam ke lingkungan sekitarnya.

maraji' : keakhwatan, ust cahyadi takariawan

Posted at 3:43:42 pm by hani_fah
komentarnya ditunggu loh  

Monday, February 21, 2011
Realita , buka mata buka hati!

Yang sebelumnya tak tersentuh, kini aku melihatanya dengan jelas
Yang sebelumnya ku kira hanyalah kisah yang begitu jauh, ternyata ia begitu dekat denganku

Dunia koas banyak membuka mata hatiku. Sebelumnya aku selalu terhibur dengan episode-episode yang penuh warna indah, tapi kini aku melihat  masih banyak warna lain yang ternyata tak seindah lingkaran episode yang pernah kutemui.

Sedih, ketika kutemui beberapa remaja putri datang untuk periksa kehamilan yang ternyata bukan diikat dalam  pernikahan yang sah. Bukan hanya satu dua pasien, bisa dalam sepekan pasti bisa ditemui pasien seperti itu. Hei, ini kota kecil!!! bUkan jogja , bandung, Jakarta, atau bali !!! kota ini kota kecil yang baru aku kenal semenjak kuliah. Astaghfirulloh…  yah, kota ini emang dikenal dengan tingkat prostitusi yang cukup tinggi di kalangan remajanya dan juga pengidap HIV AIDS. Ya ALLAH….

Episode lain bercerita, seorang ibu yang harus transfusi darah sebanyak 8 kolf, karena perdarahan post partum dan post operasi (histerektomi).  Saat kuperiksa, kondisi pasien sangat lemah, Hb hanya 5 g/dl dari  11 g/dl yang seharusnya, dan masih membutuhkan sekitar 4 kolf lagi. Tapi? Belum ada darah yang masuk karena…. Dan beliau pun memegang tanganku erat, “mbak, saya sudah tidak punya apa-apa lagi , tinggal anting-anting ini saja yang tersisa . Semenjak saya masuk RS, suami tidak bekerja. Suami saya sudah gak bisa menebus kantong-kantong darah di PMI.” Tak terasa ibu itu meneteskan air matanya. “Apa ibu tidak memakai surat-surat keringanan?”  tanyaku. “Pakai mbak, tapi harga darah harus ditebus lunas dan tidak bisa pakai surat keringanan.” “Kalau Jamkesmas bu?” “Saya ga punya.” -Kisah selanjutnya Alhamdulillah ada ending yang insyaALLAH terlukis indah pada episode ini -Shades

Allah ya kariim…Engkau telah memperkenanku belajar dari setiap kejadian yang Engkau tampakkan padaku.Ijinkanlah diri ini bisa belajar dan mengambil hikmah dalam setiap kejadian

Benarlah atas firman-Mu, “Mahasuci Allah yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, lagi Mahakuasa.”

Ingin kukatakan, Banyak ladang amal di hadapanmu, wahai dokter muda!!!! Bergeraklah!!

 

Tmg, 210211

Go to dr.Da’iyah!!Wink

 

 

Posted at 5:28:54 pm by hani_fah
Comments (2)  

Sunday, February 20, 2011
Fastaqim!

Sesibuk apa pun, jangan pernah tinggalkan lingkaran itu!

“Gimana koasnya di sana? Udah mendapatkan lingkaran baru?” Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering kujumpai dari sahabat-sahabatku ketika kami sudah berpisah semenjak meninggalkan kota Gudeg.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, ALLAH memudahkan semua prosesnya hingga lingkaran penuh makna itu aku dapatkan kembali di sini” itulah jawaban yang aku berikan kepada mereka.

“Yakin, anti bisa menghadiri pertemuan itu rutin di sela-sela kesibukan koas?”

“Alhamdulillah… sebisa mungkin saya datang, bagaimanapu kondisi saya saat itu, mohon doanya agar istiqomah.”

Siapa bilang saat koas kita tidak bisa menyempatkan waktu sekitar 2-3 jam untuk bertatap muka? Hehe jawaban itu ada pada diri kita sendiri.

Alhamdulillah , banyak bersyukur dengan kondisi saya sekarang, ALLAH telah memudahkan segalanya.. termasuk dalam menjaga sisi ruhiyah saya. Aku menemukan berjuta ukhuwah dalam lingkaran itu, lingkaran yang insyaALLAH penuh cahaya, yang sangat unik, yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Barokalloh! Sungguh saya salut dengan Komitmen yang  terpatri pada masing2 pengisi lingkaran tersebut.,  Ketika aku mengatakan diriku sibuk, oh tidak, ternyata masih banyak yang lebih sibuk daripada diriku.

Siapa bilang ketika koas, kita tidak bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan da’awi? Lagi-lagi jawaban itu ada pada diri kita sendiri.

Walaupun ngantuk dan datang setengah nyawa karena abis berjaga 32 jam, bismillah.. harus tetep datang!

Walaupun belum ada ayat tambahan yang disetor, bismillah.. muroja’ah aja ye…

Walaupun datang telat, gak papa deh dapet doa kafaratul majelisnya… (lho? Ini beneran lho.. karena gak bisa ninggalin RS karena pasien datang terus..)

Yakin, lingkaran itu akan membuatmu kembali bersemangat, engkau akan diingatkan akan kelalaianmu, tausiyah2 itu sungguh sangat indah…seberat apa pun, semoga ALLAh meringankan langkah kaki ini untuk terus belajar!

SmileShadesBig SmileSmile Go To. dr.Da'iyah!

Posted at 4:32:03 pm by hani_fah
komentarnya ditunggu loh  

Next Page