Mereka memperhatikan kita
Adakah kita sadar jika aktivitas sehari-hari kita diperhatikan oleh
beberapa orang di sekitar kita baik dikenal atau tidak?
Bagi saya, ‘ibu’ itu adalah hanyalah seorang penjual nasi rames di depan
kos saya. Sehari-hari saya beli di situ, ketika pulang dari kampus. Dan setiap
saya memberhentikan motor di depan warungnya, ibu itu selalu berkata “kok
pulangnya malam mb? Sibuk ya?” pertanyaan yang sering aku dengar ketika aku
baru sampai kos waktu matahari sudah terbenam. Dan hari ini pun aku dikejutkan
lagi oleh teguran dari seorang ibu yang baru akhir-akhir ini aku berlangganan
di warung sundanya. “neng, tumben pagi-pagi udah datang, biasanya sore-sore...”
Nah, itulah bukti-bukti yang ada yang saya dapati selama ini. Beberapa orang
memperhatikan kita lewat cara mereka masing-masing dan apakah kita sadar atau
tidak jika diperhatikan. Atau mungkin lebih banyak lagi orang-orang di sekitar
kita yang memperhatikan kita.
Terkadang ada rasa senang jika kita diperhatikan orang lain atau mungkin
rasa sebaliknya ketika apa yang mereka perhatikan dari kita menyangkut
kejelakan diri kita, -na’udzubillah-
Tapi apakah kita menyadari bahwasanya setiap langkah kita semua
diperhatikan oleh ALLAH, dan dicatat oleh dua malaikat, Rakib dan Atit. Sudahkah
kita waspada atas apa yang kita lakukan selama ini? Apakah kita memperhatikan
apakah yang kita lakukan baik atau buruk, bermanfaat atau tidak, dan yang utama
adalah apakah ALLAH ridho dengan jejak episode yang telah kita goreskan?
Ingatkah kita.. apa yang kita lakukan di dunia ini hanyalah sementara..
dan Sebentar.. lalu apa yang kita cari
jika ALLAH tidak tersenyum atas apa yang kita lakukan?
Satu hal yang perlu kita ingat dalam setiap jiwa perindu syurgaNya adalah
Muroqbatullohu –merasa diawasi oleh ALLAH-
Sebagai pengingat diri untuk menjadi lebih baik –insyaALLAH-