Berapa panjangkah dzikrulloh kita?
Setiap hari kita
memiliki aktivitas rutinan dan setiap hari pun kita berada dalam sebuah
perjalanan. Perjalanan yang mengantarkan kita pada suatu tempat aktivitas. Entah
itu sekolah, kampus, kantor, pasar, atau mana pun.
Pernah kah kita
mencoba untuk bisa melafazkan asma2 ALLAH? Atau mengucapkan kalimat thoyyibah,
beristigfar atau Segala sesuatu dalam
rangka mengingat pencipta kita pada setiap perjalanan yang kita lalui? Baik itu
berjalan kaki, mengendarai sepeda, motor, bus, mobil, kereta, atau apa sajalah.
Atau kah kita lebih
senang mendendangkan lagu-lagu melankolis yang tanpa sadar keluar dari bibir
kita? –astaghfirulloh-
Tidak dipungkiri
terkadang apa yang kita dengarkan tanpa sengaja, akan mudah terngiang di
telinga kita dan kita pun juga tanpa sadar mengikuti irama yang seharusnya
tidak perlu diikuti.
Maka hati-hati lah
dengan apa yang kita dengar, lihat, dan rasakan. Karena semua akan mudah masuk
ke dalam diri kita tanpa kita sadari.
* * * * *
Suatu hari saya pernah
memboncengi seorang ummahat dalam sebuah perjalanan. Ketika pembicaraan kami
selesai, beliau langsung muroja’ah –mengulangi
Ahafalan- bacaan Qur’annya. Subhanalloh..
saya pun terinspirasi dari beliau. Kenapa tidak kita manfaatkan dalam setiap aktivitas
kita untuk selalu dzikrulloh? Baik itu dalam keadaan lapang atau sempit. Semisal
dalam kita berkendara.. dan sepanjang apakah dzikir kita dalam perjalanan itu?
----Berproses untuk
menjadi lebih baik----
-HnF-
Posted at 8:06:08 pm by hani_fah