|
Spiritual healing semoga ketika saya menuliskan
ini dan ketika teman-teman membaca tulisan ini, Malaikat di sekitar kita
mengaminkan harapan-harapan saya, dan ALLAH mengabulkannya.
Menjadi dokter adalah suatu
pilihan dalam hidup saya yang bisa memberi manfaat kepada orang-orang di
sekitar saya. Namun, ketika saya menuliskan tentang seorang dokter yang da’iyah
pastinya ada suatu sisi lain yang harus saya pahami dalam konteks praktek
nanti. Saya ingin mengobati pasien
tidak secara fisik saja yang meliputi patofisiologi suatu penyakitnya tapi juga
dari sisi ruhiyah dari pasien. Ketika saya berbicara masalah ruhiyah
(spiritual) , maka itu adalah suatu hubungan yang harus dibangun antara saya
dan pasien secara vertikal kepada sang Pencipta. Saya sangat meyakini, bahwasanya
apa pun itu baik penyakit dan kesehatan semuanya berasal dari ALLAH, maka tidak
lepas pengobatan dari kesembuhan pasien saya nanti atas seijin ALLAH. Alhamdulillah.. sudah beberapa
dokter yag saya temui, beliau juga mengajak kepada pasiennya untuk mendekatkan
diri kepada ALLAH. Sesungguhnya seorang pasien,
juga memerlukan suatu charge ruhiyah yang kuat ketika mereka sedang sakit dan
sebagai dokter juga harus bisa memberi motivasi. Suatu hal kecil yang bisa
dilakukan oleh seorang dokter dari spiritual healing ini adalah mengajak
bersama2 pasien untuk berdoa di tempat, mengingatkan pasien untuk sholat tepat
waktu, mengingatkan untuk selalu dzikrullohu, mengingatkan tentang bacaan
AL-Qur’annya, mengingatkan untuk selalu ikhtiar maksimal serta tawakkal dan
mengingatkan untuk mengerjakan sholat-sholat sunnah (duha, tahajud, dll) Cita-cita saya nantinya adalah
memiliki sebuah klinik, di mana klinik nanti tidak seperti klinik pengobatan
suasananya.... tapi saya akan mengubah klinik saya menjadi klinik yang
menyenangkan.... klinik yang tidak membuat pasien-pasien bosan untuk
berkunjung, dan nuansa yang didapati adalah nuansa islami. Ingin rasanya nanti di ruang
praktek saya dilengkapi sebuah laptop lengkap dengan in-focus-nya agar saya pun
bisa menerangkan kepada pasien secara detil tentang penyakitnya. Ruangan yang
indah dengan nuansa alam di sekitarnya... dan dilantunkan instrumen musik yang
lembut dalam ruangan. Dan di ruang tunggunya pun saya akan membuat pasien tidak
jenuh ketika menunggu, maka saya sediakan tayangan motivasi atau film
dokumenter tentang alam-alam yang indah hasil penciptaan sang Maha Kuasa dan
juga akan saya sediakan buku-buku yang menggugah semangat pasien serta
AL-Qur’an yang bisa dibaca siapa saja dan kapan saja.. dan semua tenaga medis
yang nantinya akan bekerjasama dengan saya di klinik saya mereka juga harus
bisa memberikan keramahan yang tulus pada pasien-pasien yang datang. Cukup
simple, berikan senyuman, ucapkan salam, dan sapalah pasien dengan nada
bersahabat. Satu lagi cita-cita besar saya
adalah.. setiap hari jum’at saya akan menggratiskan semua biaya periksa
pasien-pasien saya. Semoga dari sanalah suatu butir-butir amal sholeh bisa saya
kumpulkan. Aamiin.. allohumma amiin.. Ya Muhaimin, ijinkan hamba untuk
bisa menjaga hamba-hambaMu dari suatu penyakit yang Engkau berikan, semoga
ikhtiar hamba yang lemah ini Egkau mudahkan, dan ijinkanlah ini menjadi suatu
penghambaan haba padaMU yang MAHA MENJAGA Ya Rahiim.. ini adalah salah
satu niat hamba yang dhaif. Menjadi seorang dokter bukanlah suatu kepastian
buat hamba nanti, tapi kematian lah yang akan pasti. Bisa jadi Engkau memiliki
kehendak lain sebelum hamba menyelesaikan semua study hamba hingga hamba
menjadi seorang dokter. Hamba pun berserah diri padaMU Semoga apa yang saya tuliskan
ini, bisa meginspirasi semua rekan-rekan sejawat sebagai tenaga medis yang
sejatinya kita adalah yang diamanhi oleh ALLAH untuk menjaga dan merawat
hamba-hamba ALLAH yang sedang sakit, maka berikanlah pelayanan yang terbaik buat mereka. Dan juga kepada teman-teman apa
pun profesinya... lakukanlah yang terbaik apa yang bisa kita lakukan untuk
meng-Agug-kan asma ALLAH. Sesungguhnya kita adalah makhluk
yang sangat kecil dan teramat kecil bagaikan debu di atas debu maka.. tidak ada
yang perlu kita sombongkan dari diri ini, apa pun gelar yang kita sandang. Wallohu’alam bishawab Insan Dhaif, Hanifah Yk, 6 Ramadhan 1430 H |